Pendidikan, Penting atau Wajibkah?

Pendidikan menjadi suatu hal yang sangat dramatis kini dalam sebuah kehidupan manusia. Menjelaskan judul yang tercantum di atas akan memperlihatkan betapa dramatisnya kehidupan pendidikan seorang manusia saat ini. Pendidikan kini menjadi suatu pilihan yang dihadapkan pada masing-masing individu yang hidup di bumi ini. Hal yang menjadi mendasar kali ini dalam perkembangan dunia internasional yang mencoba melampaui kedaulatan suatu negara tetap saja masih akan berbeturan dengan adanya National Interest negara yang terus diperjuangkan, walau dalam perkembangan pesat Globalization sekarang.
Menjadi sebuah tanggung jawab negara atas setiap individu-individu yang terdaftar sebagai rakyatnya. Ironinya masih banyaknya negara-negara yang belum mampu seutuhnya menjalankan kewajiban atas tanggung jawabnya untuk melindungi kehidupan segenap warga negaranya. Menilik permasalahan yang banyak terjadi dengan Indonesia tercinta kali ini ternyata memang sangat mempuni untuk dikatakan belum cukup mampu mensejahtrahkan rakyatnya, bahkan sampai pada seluruh sektor kehidupan manusia. Menjadi kajian kita kali ini adalah permasalahan pesat pendidikan yang terjadi dalam kondisi kekinian bangsa ini.
Landasan negeri ini yang terungkap jelas dalam tujuan pendidikan bangsa telah disebutkan dalam Pembukaan UUD 45’ alinea keempat, berbunyi “mencerdakan kehidupan bangsa….”. Menjelaskan negeri ini akan bertanggung jawab penuh dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih berpendidikan, namun yang terjadi adalah problematika dalam masyarakat yang terus bergejolak dalam dramatika pendidikan negeri ini yang tak kunjung usai. Pemerintah seakan membawa negeri ini untuk menjadikan masyarakatnya sebagai kelinci percobaan dalam proyek-proyek yang disusun pemerintah tersebut. Sistem pendidikan selalu berubah seakan tidak konsisten dalam prakteknya akan sistem tersebut. Perubahan kurikulum-kurikulum yang aktif seakan terus merekonstruksi sebuah sistem pendidikan yang semakin rumit yang ditemukan dalam negeri ini.
Kami tidak seharusnya memfokuskan permasalahan pendidikan yang ada dalam daerah kami. Kami seharusnya mampu mengkritisi pemerintah atas setiap perbuatannya yang mebuat negeri ini makin terpuruk. Meberikan titik fokus pada sistem pendidikan yang tidak pernah rampung pada satu titik terang dalam upaya memperbaiki tataran pendidikan yang berjalan dalam masyarakat. Pemerintah hanya mampu untuk menetapkan sebuah konsep wajib belaja 12 tahun dengan semua kurikulum yang diterapkan bersama dalam rumus sistem pendidikan yang dirumuskan tersebut, namun mereka juga yang mengalami kesulitan dalam prosesi memberikan pendidikan wajib tersebut. Apa yang terjadi?
Pemerintah yang sangat berani menetapkan sebuah standar pendidikan yang harus merata keseluruh tanah air, tanpa memperhatikan intensitas mutu pendidikan yang mapu diberikan oleh masing-masing daerah di tanah air. Kesalahan sebuah konsep awal yang ditawarkan menjadi sebuah permasalahan penting dalam membangun pendidikan negeri ini. Pemerintah seakan hanya menawarkan kewajiban untuk menempuh sebuah pendidikan dalam lingkup formalitas, sehingga saudara-saudariku lainnya yang kurang mampu untuk itu menemukan sebuah kesulitan yang sangat berat untuk menempuh pendidikan tersebut.
Kami sebagai pemuda kini wajib mampu untuk mendistribusikan pendidikan atau ilmu kepada rakyat kelas bawah yang tidak mampu menempuh pendidikan secara formal tersebut. Melihat pemerintah yang seakan menutup mata pada rakyat kelas bawah yang tidak sanggup dalam menerima pendidikan dalam sistem formal. Menjadi tanggung jawab bersama kepada rakyat lainnya yang merasa mampu atau mapan untuk mendistribusikan penidikan ini kepada kasta kelas bahawa yang mulai terabaikan. Konsep kenegaraan negeri ini masih menanamkan secercah konsep Nasionalisme yang pernah dirancang Bung Karno kala itu. Konsep ini harusnya mampu memberi kesadaran untuh kepada pemuda-pemuda untuk lebih aktif dalam bergerak untuk mendistribusikan pendidikan kesemua kalangan kelompok masyarakat. Dikatakan pemuda termasuk kami, karena pemuda yang menjadi sebua sosok yang paling mampu untuk melakukan hal tersebut.
Kami pemuda, kami tangguh, kami punya hati, kami ingin bergerak, inilah negeri kami, Indonesia tercinta. Pemuda yang sadar akan permasalahan negeri ini dalam hal pendidikan, akan lebih aktif bergerak untuk menjadikan masyarakat disektiarnya juga lebih berpendidikan untuk menjaga citra bangsa yang dapat dikatakan sebagai negeri terpelajar bukan negeri terbelakang. Pemuda mulai bergerak dari memberantas buta aksara di kawasan sekitarnya hingga turut aktif dalam sebuah konsep baru “Indonesia Mengajar” yang ditawarkan oleh seorang pemuda yang aktif melihat kondisi negeri ini. Mari membawa Pendidikan ini menjadi sebuah hal yang memang sangat penting untuk kesadaran individu masing-masing, bukan sebagai sebuah hal yang diwajibkan oleh pemerintah. Jadikan Pendidikan suatu kebutuhan hidup dalam diri setiap individu.

Sumber : http://aldhyjie.blogspot.com/2011/11/pendidikan-penting-atau-wajibkah.html

By ernymath

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s